Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Saja Keuntungan Status Konsesi di Tim Moto Gp


Moto Gp tahun ini sedikit berbeda karena masalah Covid 19 dan absenya rider unggulan Marc Marquez.

Selain sepi tanpa penonton kali ini gelaran Moto Gp juga semakin seru karena setiap serinya semua tim berpeluang naik podium.

Kita lihat saja tim yang saat ini mulai menunjukkan peningkatan cukup pesat yaitu KTM.

Baik tim utama maupun tim satelitnya mampu bersaing memperebutkan podium setiap serinya bahkan sudah 2 kali merasakan juara seri.

Tim utama melalui Brad Binder dan tim satelit melalui ridernya Miguel Oliviera.

Namun dengan demikian KTM memiliki point yang membuat statusnya tim konsesi hilang.

Sebenarnya apa sih yang membedakan dan keuntungan menjadi status tim konsesi istimewa.

Simak ulasannya dibawah ini.


Dapat jatah mesin lebih banyak dan mesin tidak di segel.
Untuk tim yang sudah tidak mendapat status konsesi seperti Honda,Yamaha,Ducati dan Suzuki hanya mendapat 7 mesin selama satu musim dan disegel tidak boleh dikembangkan selama musim sedang berjalan.

Sedangkan tim yang masih menyandang konsesi diperbolehkan mengembangkan mesin selama musim sedang berjalan dan juga bebas memilih di sirkuit manapun untuk melakukan test.
Selain itu juga mendapat jatah mesin motor lebih banyak yaitu 9 mesin selama 1 musim.

Jatah wild card lebih banyak.
Perbedaan juga pada jatah wild card yang lebih banyak ketimbang tim reguler atau non-konsesi yang hanya diberi 3 kali jatah wild card.

Dengan diberi jatah wildcard 6 kali tim bisa memasukkan pembalap yang di inginkan untuk masuk ke race seri untuk memberi pengalaman untuk rider muda potensial atau mengetes motor yang dikembangkan untuk dipakai race secara penuh sehingga memiliki data yang akurat.

Test rider bebas memilih dan banyak sirkuit
Biasanya test rider bebas memilih dan melakukan banyak test agar mendapat data pengembangan motor yang akurat.

Tim bebas memilih sirkuit mana yang ingin dipakai untuk test.Misalkan untuk mencari top speed bisa memakai sirkuit Austria atau memilih sirkuit Assen untuk mencari data corner speed.

Selain itu juga bebas memilih waktu kapan pun ingin mengetes motor.
Namun jika sudah masuk tim non-ķonsesi hanya diberi kesempatan memilih di 3 sirkuit saja dengan pembatasan waktu.

Aturan tim yang dicabut konsesinya adalah Jika selama 2 musim mendapatkan 6 point.

Namun jika selama 2 tahun tidak mencapai 6 point katakanlah hanya mendapat 3 point saja maka musim berikutnya akan di ulang kembali menjadi 0 point atau tidak di akumulasi.

Juara 1 mendapat 3 point
Juara 2 mendapat 2 point
Juara 3 mendapat 1 point

Suzuki yang beberapa tahun lalu baru masuk tim non-konsesi,kini tahun 2020 giliran KTM yang kehilangan konsesi.

Dengan demikian Tim KTM tahun depan yaitu 2021 sudah masuk tim non -konsesi dengan hanya mendapat 7 mesin dalam 1 musim,3 kali jatah wild card,harus memilih 3 sirkuit dan pembatasan waktu untuk pengetesan.
Namun di sisa musim 2020 masih bebas mengembangkan mesin.

Itulah penjelasan perbedaan dan keuntungan  tim konsesi pada Moto Gp.