5 Alasan Orang Masih Ragu Membeli Mobil Listrik

 



Banyak Perusahaan Otomotif terus mengembangkan dan sudah memproduksi mobil listrik secara masal.


Tidak cuma Tesla saja yang sudah memproduksi dan menjual secara umum namun perusahaan seperti Hyundai dan Wuling kini juga sudah melakukannya.


Bahkan harga yang ditawarkan jauh lebih murah di bandingkan Tesla.


Namun penjualan mobil listrik masih belum seramai mobil mesin bensin atau diesel.


Beberapa orang masih ragu untuk membelinya, berikut 5 Alasan kenapa ragu membeli mobil listrik :


  • Harga mahal


Saat ini harga mobil listrik yang dijual dipasaran memiliki harga yang cukup mahal.


Jangankan Tesla, sekelas Hyundai dan Wuling saja menjual mobil listriknya paling murah diharga 300 jutaan.


Itupun dengan dimensi mobil yang kecil dan mungil.


Orang Indonesia masih enggan membeli mobil kecil dengan harga segitu, dengan uang 300 juta bisa membeli mobil Mpv atau SUV bekas yang lebih mewah.


Harga 300 juta ke atas di anggap masih overprice.


  • Kesulitan mencari tempat pengisian daya


Jika membeli mobil listrik otomatis harus memikirkan bagaimana cara termudah dan tercepat untuk mengisi dayanya.


Biasanya jika melakukan pembelian unit akan di beri paket pengisian daya portable.


Hanya saja menggunakan charger portable memerlukan waktu yang sangat lama hingga baterai mobil terisi penuh.



Sedangkan jika memasang pengisian cepat seperti di stasiun pengisian / wall charger memelukan biaya tambahan yang besar.


Dan Indonesia sendiri  belum banyak stasiun pengisian daya listrik, mungkin hanya sebagian di kota besar dan rest area di tol.


Selebihnya akan sulit menemukan stasiun pengisian daya jika mobil listrik kita kehabisan baterai dijalan.


  • Harga baterai mahal


Nah ini juga menjadi kendala yang membuat orang kenapa ragu membeli mobil listrik.


Memang ketahanan baterai bisa bertahun - tahun namun jika sudah rusak dan drop biaya untuk menggantinya bisa 50% dari harga beli mobilnya.


Jelas ini merupakan biaya yang cukup besar di banding kita memelihara mobil bermesin bensin atau diesel.


  • Tempat servis terbatas


Memang untuk mobil listrik sangat minim untuk urursan maintenance karena tidak perlu oli mesin dan part mesin lainnya seperti mesin bensin atau diesel yang harus di servis secara rutin.


Namun yang namanya kendaraan suatu saat pasti ada kerusakan entah bagian kelistrikannya, ecu, program atau insiden kecelakaan dan perbaikan di kaki - kaki,stering dll.


Jelas tidak semua bengkel dan mau menerima servis mobil listrik sehingga kita mau tidak mau harus masuk servis resmi yang tidak semua kota ada, terlebih jika anda tinggal di kota kecil atau pinggiran pasti mencari tempat servis mobil listrik akan memakan biaya, waktu, tenaga yang tidak sedikit.


  • Image tidak bisa menerjang banjir

 

Banyak orang ragu membeli mobil listrik karena alasan yang satu ini.


Mereka takut kesetrum dan timbul konsleting jika mobil terkena banjir parah atau hujan lebat.


Belum ada kasus mobil listrik nyetrum menerjang banjir.


Karena setiap produsen sudah memikirkan hal itu, jadi dijamin aman.


Tetapi mungkin saja bisa terjadi jika mobil listrik sudah berumur dan servis ditempat yang salah.


Itulah 5 alasan kenapa orang di Indonesia masih ragu membeli mobil listrik.