Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Orang Jepang Enggan Memakai Mobil Untuk Bekerja,Padahal Negara Produsen Otomotif Terbesar

Jepang terkenal dengan teknologi dan produsen otomotif yang sangat besar bahkan terkenal sampai dunia balap.Namun ada yang aneh,dimana Negara sebagai produsen otomotif tetapi warganya malah enggan untuk menggunakan mobil untuk kegiatan sehari-hari.Mereka lebih memilih angkutan masal seperti kereta cepat atau bahkan jalan kaki atau naik sepeda saja.Padahal mereka mempunyai mobil atau bahkan penghasilannya mampu untuk membeli mobil.Ternyata ada alasan tersendiri kenapa warga Jepang Enggan menggunakan mobil untuk bekerja,berikut alasannya:



-Dijepang jika memilih menggunakan mobil untuk bekerja mesti melewati banyak jalan tol,sedangkan sekali masuk tol memerlukan uang 130 ribu jika dirupiahkan.Rata-rata bisa minimal 6 kali Pulang pergi kerja memalui jalan tol jadi sangat boros duit.

-Untuk Perusahaan disana rata-rata tidak memiliki lahan parkir untuk karyawannya jadi jika ingin pergi bekerja menggunakan mobil harus parkir secara pribadi ke tempat yang parkir khusus mobil secara umum.Dan biayanya parkirnya 1 jam 70 ribu,bayangkan jika kita parkir selama bekerja 8 jam tentunya sangat tidak efisien dan orang Jepang tentu lebih pintar masalah efisien waktu dan biaya.

-Mobil yang sudah berumur 3 tahun harus masuk bengkel dan jika ditemui sudah ada kerusakan maka harga jual kembalinya akan sangat jatuh.

-Transportasi masal disana sangat bisa diandalkan,selain tepat waktu dan bersih,jumlahnya juga banyak jadi rasa khawatir takut telat tidak ada.Berbeda dengan Indonesia yang ada istilah ‘’ngetime’’ dulu cari penumpang/nunggu penumpang sampai berjam-jam.



-Rata-rata orang luar negeri Dengan Negara Maju termasuk Jepang berpikir bahwa memilih transportasi dengan berjalan atau bersepeda jauh lebih sehat.



Itulah alasan mengapa warga Negara Maju seperti Jepang bahkan sebagai produsen otomotif memilih tidak menggunakan mobil disaat bekerja atau rutinitas.Efisien waktu dan biaya tentu sangat menjadi pertimbangan sekalipun menjadi Negara produsen otomotif.