Perbedaan Power Steering Oli dan EPS, Kerugian dan Keuntungan Masing-Masing

Perbedaan Power Steering Oli dan EPS, Kerugian dan Keuntungan Masing-Masing


Pada kemudi mobil keluaran baru, saat ini banyak yang sudah menggunakan power steering. 

Berdasarkan jenisnya, power steering terbagi menjadi dua, yaitu yang menggunakan oli dan motor elektrik. 

Lebih jelasnya, berikut perbedaan power steering oli dan EPS yang wajib Anda ketahui.

Power Steering Oli

Jenis power steering pertama yaitu yang menggunakan oli. Power steering tersebut umumnya dikenal dengan nama hidrolik. 

Sistem kerja dari power steering yang satu ini menggunakan cairan oli untuk media penggeraknya. 

Berikut beberapa kerugian dan keuntungan menggunakan power steering oli.

Kerugian Menggunakan Power Steering Oli

Kerugian menggunakan power steering oli atau hidrolik yang paling terlihat yaitu dalam hal perawatan. 

Pasalnya, power steering harus rutin diganti olinya setidaknya setiap 40.000 km. Apabila Anda tidak rutin melakukan penggantian oli, maka kinerja power steering tidak akan maksimal.

Selain itu, pompa yang dimiliki power steering oli ini juga dapat membebani dapur pacu kendaraan. 

Hal ini tentu akan berimbas pada borosnya bahan bakar. Oleh karena itu, beberapa orang beralih menggunakan power steering elektrik karena dirasa lebih banyak membawa keuntungan.


Keuntungan Menggunakan Power Steering Oli

Dari beberapa segi, power steering oli mungkin kalah dengan jenis elektrik. Akan tetapi, power steering hidrolik ini tetap memiliki tempat di hati para penggunanya. 

Salah satu alasan kenapa tetap memilih menggunakan power steering oli yaitu tidak memerlukan banyak biaya untuk perawatannya.

Semisal power steering hidrolik mengalami kerusakan, maka Anda hanya diharuskan mengganti atau memperbaiki komponen yang rusak saja. 

Dengan demikian, biaya yang harus Anda keluarkan tidak sebanyak ketika power steering elektrik rusak karena penggantian harus dilakukan keseluruhan.

Power Steering Elektrik

Power steering yang kedua yaitu elektrik. Perbedaan power steering oli dan EPS terlihat jelas dari media penggeraknya. 

Power steering elektrik dapat bekerja dengan memanfaatkan motor elektrik. 

Berikut kerugian dan keuntungan yang Anda dapatkan jika menggunakan power steering elektrik.

Kerugian Menggunakan Power Steering Elektrik

Power steering elektrik saat ini banyak digunakan oleh mobil keluaran terbaru. 

Meskipun demikian, mobil yang menggunakan power steering ini memiliki setir lebih baik karena bisa menyesuaikan dengan kecepatan,saat dibuat manuver parkir lebih enteng dibandingkan jenis hidrolik. 

Namun biaya perawatan yang harus Anda keluarkan ketika power steering tersebut rusak juga tidak sedikit.

Pasalnya, apabila ada kerusakan di bagian komponen power steering elektrik, maka setir otomatis bisa terkunci. Hal ini tentu akan sangat berbahaya apabila Anda berada di jalanan. 

Tidak hanya itu, proses perbaikannya pun terbilang rumit karena harus dibongkar dari batang kemudinya. 

Anda pun juga tidak bisa membeli sparepartnya secara ecer sehingga perlu diganti secara keseluruhan jika terjadi kerusakan.

Keuntungan Menggunakan Power Steering Elektrik

Terlepas dari apapun kelemahan yang dimilikinya, power steering elektrik tetap menjadi pilihan terbaik bagi beberapa orang. 

Hal tersebut karena power steering jenis ini tidak perlu perawatan khusus. Selain itu, bahan bakar mobil Anda pun tidak akan cepat habis karena yang digunakan adalah listrik.

Power steering elektrik juga banyak digunakan karena dapat membuat laju kendaraan menjadi lebih stabil. 

Lebih dari itu, Anda juga tidak perlu melakukan penggantian oli karena power steering tersebut tidak menggunakan oli dalam pengoperasiannya.

Walaupun perbedaan power steering oli dan EPS telah diketahui, awet tidaknya komponen tersebut tetap tergantung pada bagaimana Anda menggunakannya. 

Oleh karena itu, perhatikan betul-betul bagaimana cara mengemudikan mobil Anda dan perawatannya.