Alasan Kenapa Pick Up Mitsubishi L300 Masih Laris, Meskipun Desain Jadul

Salah tulang punggung Mitsubishi yang tak lekang oleh waktu adalah L300 Pick up.

Sejak diluncurkan di tahun 70 an penjualannya masih cukup baik dan tetap exist dipasaran.


Sebenarnya apa sih yang membuat Mitsubishi L300 ini tetap di percaya oleh banyak pedagang dan pebisnis ?



Padahal dari segi desain juga sekarang banyak sekali pick up yang lebih modern dan ganteng seperti Daihatsu Gran Max ataupun Isuzu Straga.


Yang pertama memang dari segi sasis atau bak dari Mitsubishi L300 memiliki material yang sangat kuat.


Terbukti jika dibuat untuk mengangkut beban berat dan bergerak seperti Sapi, Kayu ataupun material bangunan, L300 tidak pernah menemui kendala berarti.


Sasis atau bak tidak melengkung, sebagai contoh malah Daihatsu Gran Max yang Sasisnya sering melengkung terkena bebab berat yang cukup lama.



L-300 dibekali dengan 2 jenis mesin yang berbeda, yaitu mesin Bensin dan Mesin berbahan bakar solar.


Untuk L-300 yang bermesin bensin memiliki akselerasi yang bagus sejak dari putaran bawah, serta minim getaran sehingga bisa mengemudikan dengan nyaman.


Hanya saja mesin bensinnya lebih boros mengingat Mitsubishi terkenal dengan cc yang besar serta boros bbm, apalagi L-300 sering dipakai untuk muatan yang berat.


Sedangkan untuk mesin solar memang cenderung lebih irit bahan bakar, hanya saja akselerasinya cenderung lemot dan banyak getaran dimana - mana.


Namun mesin solarnya lebih tangguh dengan cc 2.477 sehingga banyak konsumen lebih memilih mesin L-300 bermesin diesel.


Untuk kekurangan menurut saya hanya satu yaitu desainnya yang masih kotak dan tidak banyak berubah sejak pertama kali diluncurkan.



Jika kita membeli Mitsubishi L-300 di tahun sekarang kesannya langsung menjadi mobil tua yang terlihat usang desainnya.


Namun desain tersebut tetap diterima oleh konsumen karena terbukti penjualannya tetap stabil dan baik.