Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penjualan Isuzu Phanter Terus Menurun Dan Kemungkinan Akan Berhenti Produksi

Penjualan Isuzu Phanter Terus Menurun Dan Kemungkinan Akan Berhenti Produksi

Isuzu Phanter dulu merupakan raja mobil diesel di Indonesia dengan penjualan yang bagus serta terkenal dengan ketangguhan serta ke awetan mesinnya.Namun di tahun 2020 ini ada kabar kurang menggembirakan datang dari si raja diesel ini.Dengan penjualan yang terus terjun maka sepertinya tahun depan akan berhenti produksi.Karena hanya Indonesia lah yang masih memproduksi Isuzu Phanter baru.


Nah berikut alasan Isuzu berniat menstop produksi phanter:

*Regulasi Euro 4
Dengan regulasi Euro 4 yang akan ditetapkan pemerintah mesin yang saat ini di gendong phanter euro2 jelas tidak memenuhi standar regulasi emisi.Apakah Isuzu tidak bisa membuat mesin yang memenuhi standar emisi tersebut?Saya rasa sangat bisa namun hal ini terbentur dengan banyak hal salah satunya adalah harga jual.

Bisa saja phanter di kasih mesin yang bagus dan baru namun yang pasti harga jual akan melambung tinggi serta saat ini konsumen di Indonesia juga sudah disuguhi banyak pilihan mobil diesel selain phanter yang juga mempunyai reputasi yang baik seperti Fortuner dan Pajero ataupun Inova diesel.Dan jika diproduksi dengan mesin baru dan dengan harga yang mahal saya rasa orang pasti tidak akan memilih phanter selisih sedikit pasti konsumen akan memilih lainnya.


Selain itu Isuzu sudah menyiapkan MU-X yang lebih banyak fitur sebagai penggantinya.Jika tetap ingin mengembangkan Isuzu Phanter malah akan mendapat kerugian karena biaya riset untuk pengembangan sangat tinggi ditambah konsumen yang loyalitas terhadap Isuzu phanter juga sudah menurun,Harga bekasnya pun tidak sebaik dulu.

Kasus ini hampir sama dengan Kawasaki Ninja 150 2 tak dulu yang menjadi tulang punggung Kawasaki  yang harus stop produksi karena masalah regulasi emisi.

Namun sebenarnya Isuzu Phanter sangat cocok untuk orang Indonesia yang mengiginkan mobil yang bisa dinaiki banyak penumpang,tangguh,irit serta perawatan yang mudah dan murah akan sedikit disesalkan jika Isuzu Phanter stop produksi hanya karena masalah standar emisi Euro 4.

Semoga saja raja diesel yang dulu pernah jaya di era 2000 an terus tetap di produksi dan tidak jadi di suntik mati di 2021 meskipun peluangnya kecil.